Dalam pikukuh Sunda yang saya dapatkan, bahwa perjalanan peradaban manusia dari adanya sampai saat ini dilukiskan seperti gambar diatas, adanya siklus bergantinya siang dan malam perjalanan kala surya. ini merupakan sebuah tradisi yang telah digariskan yang tidak akan mengalami perubahan. seperti halnya diberitakan dalam sebuah berita salah satu kitab pengabdian.
"Sesungguhnya di dalam penciptaan langit dan bumi, serta bergantinya siang dan malam ada tanda-tanda bagi orang-orang yang berfikir (intelektual)"
"Tegakkanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan fajar. Sesungguhnya shalat fajar itu disaksikan (oleh malaikat)"
Penciptaan langit dan bumi, dalam kehidupan sosial masyarakat merupakan adanya tatanan sistem manusia yang berdasarkan wahyu ilahi (wahyu = nur = cahaya = ilmu, bc. ilmiah) dan sistem manusia yang berdasarkan prasangka, hasil imajinasi manusia yang bercampur naf-syu (amarah) sehingga timbul sistem kepemimpinan yang monarki, diktator dan demokrasi.
Bergantinya siang dan malam, pengabdian Batari Uma berotasi mengitari Batara Guru menandakan jangka waktu bergilirnya 2 sistem yang telah tercipta to be continue...............
"Sesungguhnya di dalam penciptaan langit dan bumi, serta bergantinya siang dan malam ada tanda-tanda bagi orang-orang yang berfikir (intelektual)"
"Tegakkanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan fajar. Sesungguhnya shalat fajar itu disaksikan (oleh malaikat)"
Penciptaan langit dan bumi, dalam kehidupan sosial masyarakat merupakan adanya tatanan sistem manusia yang berdasarkan wahyu ilahi (wahyu = nur = cahaya = ilmu, bc. ilmiah) dan sistem manusia yang berdasarkan prasangka, hasil imajinasi manusia yang bercampur naf-syu (amarah) sehingga timbul sistem kepemimpinan yang monarki, diktator dan demokrasi.
Bergantinya siang dan malam, pengabdian Batari Uma berotasi mengitari Batara Guru menandakan jangka waktu bergilirnya 2 sistem yang telah tercipta to be continue...............

Comments
Post a Comment